Ada Gangguan Orang Lain, Ini Ternyata Hikmahnya
Dalam hidup, baik di kantor maupun dalam komunitas masyarakat, selalu ada orang lain yang mengganggu kita. Apakah itu soal karir maupun posisi di masyarakat. Untuk memperjelas hal itu, berikut ulasan Ustadz Ilham Zubair untuk ngopibareng.id:
Dalam karya emas Imam Ibnu Atha'illah as-Sakandari (Syarhul Hikam) terdapat petuah beliau yang sangat bijak:
Ψ§ΩΩ Ψ§Ψ§Ψ¬Ψ±Ω Ψ§ΩΨ§Ψ°Ω ΨΉΩΩ Ψ§ΩΨ―ΩΩΩ ΩΩΩΨ§ ΨͺΩΩΩ Ψ³Ψ§ΩΩΨ§Ψ§ΩΩΩΩ Ψ§Ψ±Ψ§Ψ―Ψ§Ω ΩΨ²ΨΉΨ¬Ω ΨΉΩ ΩΩ Ψ΄ΩΨ¦ ΨΨͺΩ ΩΨ§ΩΨ΄ΨΊΩΩ ΨΉΩΩ Ψ¨Ψ΄ΩΨ¦
"Memang sengaja Allah memberi gangguan kepadamu melalui tangan orang lain, supaya kamu tidak jinak kepada mereka. Sengaja Allah menjengkelkan (menjemukan) engkau dari segala sesuatu, supaya tidak ada sesuatu pun yang melupakanmu dr Allah".
"Sesungguhnya jika ada musuh Allah yang mendekatkan engkau kepada Allah, itu lebih baik dari seorang teman yang memutuskan engkau dari Allah."
Terkait hal tersebut, Imam Abul Hasan As-Syadzili dawuh: βLarilah dari kebaikan (bantuan) orang melebihi larimu dari kejahatan orang kepadamu.
Sebab kebaikan orang langsung membahayakan hatimu. Sedang kejahatan mereka hanya akan membahayakan jasmanimu, dan bahaya jasmani itu lebih ringan daripada bahaya hati.
Bahayanya kebaikan orang kepadamu ialah jika kamu menjadi jinak, senang bersandar dan berharap kepada mereka.
Sesungguhnya jika ada musuh Allah yang mendekatkan engkau kepada Allah, itu lebih baik dari seorang teman yang memutuskan engkau dari Allah. (adi)
Advertisement