Banjarnegara Lumpuh Dihajar Badai
Banjarnegara Rabu (8/11) sore tadi dihajar badai. Hujan lebat dan angin kencang memporak-porandakan kota di Jateng yang terkenal dengan dawet ayunya ini.
Dari sejumlah video dan foto yang sedang viral di medsos, angin kencang menerbangkan banyak atap rumah, bilboard pinggir jalan hingga pohon tumbang yang menelan korban.
Tampak dalam foto, seorang korban tertimpa pohon besar tumbang. Belum diketahui identitas korban.
Sampai berita ini diunggah ngopibareng.id belum ada pernyataan resmi mengenai musibah badai ini baik dari Bupati Banjarnegara, kepolisian, UGD rumah sakit setempat atau dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Banjarnegara.
Banjarnegara terletak bentang alam berdasarkan bentuk tata alam dan penyebaran geografis, memang rawan bencana.
Dari data yang dihimpun Wikipedia, Barjarnegara dibagi tiga zona.
Zona Utara, adalah kawasan pegunungan yang merupakan bagian dari Dataran Tinggi Dieng, Pegunungan Serayu Utara. Daerah ini memiliki relief yang curam dan bergelombang.
Di perbatasan dengan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang terdapat beberapa puncak, seperti Gunung Rogojembangan dan Gunung Prahu. Beberapa kawasan digunakan objek wisata, dan terdapat pula pembangkit listrik tenaga panas bumi.
Zona sebelah utara meliputi kecamatan Kalibening, Pandanarum,Wanayasa, Pagentan, Pejawaran, Batur,Karangkobar, Madukara.
Zona Tengah, merupakan zona Depresi Serayu yang cukup subur. Bagian wilayah ini meliputi kecamatan Banjarnegara, Ampelsari,Bawang, Purwanegara, Mandiraj, PurworejoKlampok, Susukan, Wanadadi, Banjarmangu, Rakit
Zona Selatan, merupakan bagian dari Pegunungan Serayu Selatan, merupakan daerah pegunungan yang memiliki relief curam meliputi kecamatan Pagedongan,Banjarnegara, Sigaluh, Mandiraja, Bawang, Susukan. (dmr)
Advertisement