BMKG Ingatkan Surabaya Waspada Ancaman Banjir Rob
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tanjung Perak Surabaya meminta warga pesisir Surabaya untuk mewaspadai ancaman banjir rob yang dapat terjadi, 19-25 November 2025.
Kejadian banjir rob ini pun sudah terjadi pada 19 November lalu yang menggenangi sejumlah wilayah. Salah satunya di Jalan Tambak Osowilangon.
"Banjir rob terjadi akibat fase bulan baru (new moon) yang mengikuti kalender bulan hijriyah," ungkap Ady Hermanto selaku prakirawan BMKG Tanjung Perak kepada Ngopibareng.id.
Adapun banjir rob ini terjadi di awal bulan disebankan oleh pasang maksimum akibat pengaruh dari gravitasi bulan.
Karena itu, ia menyebut bahwa banjir rob yang terjadi tidak ada kaitan dengan adanya siklon tropis FINA yang sampai semalam berada di perairan Arafuru dan bergerak mengarah ke Barat Daya.
Dengan potensi pasang maksimum yang dapat terjadi, ketinggian air dapat mencapai 130 - 150 cm dari permukaam laut yang dapat menggenangi daratan dengan ketinggian 20 - 30 cm.
"Untuk wilayah yang terdampak hampir seluruh pesisir Jawa Timur terutama bagian Utara meliputi Tuban, Gresik, Bawean, Surabaya, dan Pasuruan," pungkasnya.
Untuk itu, ia mengimbau warga sekitar wilayah pesisir untuk waspada adanya banjir rob yang dapat masuk ke pemukiman, dan kepada nelayan dapat memperhatikan kondisi laut apabila ombak tinggi agar menunda pekerjaan.
Advertisement