Diduga Rem Blong, Bus Pariwisata Terguling di Exit Tol Pemalang, 3 Tewas
Kecelakaan maut terjadi di Exit Tol Pemalang KM 313 Jalur B, Sabtu 25 Oktober 2025. Sebuah bus pariwisata berpelat nomor DK 9296 AH yang membawa rombongan wisatawan asal Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang, terguling saat hendak keluar tol. Sebanyak 3 orang dilaporkan tewas dan 18 lainnya luka-luka dalam insiden tersebut.
Bus tersebut diketahui mengangkut 33 penumpang yang tergabung dalam rombongan Forum Kesehatan Kelurahan (FKK) Bendan Ngisor. Mereka sedang dalam perjalanan menuju objek wisata Guci, Kabupaten Tegal, untuk kegiatan forum kesehatan yang dilanjutkan agenda rekreasi.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Berdasarkan keterangan awal, bus melaju di jalur menurun dan menikung sesaat sebelum exit Tol Gandulan, Pemalang. Diduga rem blong, bus hilang kendali, menabrak pembatas jalan, lalu terguling hingga keluar badan jalan dan masuk ke saluran air.
Kondisi bus dalam posisi terbalik setelah kecelakaan. Para Korban Dievakuasi ke Dua Rumah Sakit di Pemalang. Petugas kepolisian, PMI, dan relawan langsung melakukan evakuasi. Dari total 33 penumpang: Sedangkan 3 orang meninggal dunia dan 18 luka-luka dan sisanya selamat tanpa luka serius.
Korban luka dilarikan ke dua rumah sakit, yaitu: RS Siaga Medika Pemalang (13 korban, termasuk 3 meninggal dunia). Sedangkan yang dirawat di RS Islam Al Ikhlas Pemalang (8 korban, terdiri dari 5 luka berat dan 3 luka ringan)
Humas RS Siaga Medika Pemalang, Indra, membenarkan penanganan 13 korban tersebut. βRata-rata korban mengalami luka cukup parah,β ujar Indra pada media, Sabtu 25 Oktober 2025.
Menurutnya, perjalanan dari Semarang hingga memasuki Tol Pemalang berjalan normal tanpa tanda-tanda kerusakan.
Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan
Satlantas Polres Pemalang masih melakukan olah TKP dan memeriksa sopir serta pengelola bus untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara mengarah pada rem blong atau kelalaian pengemudi saat memasuki tikungan turunan dengan kecepatan tinggi.
Kepolisian juga mengimbau seluruh perusahaan otobus dan pengemudi agar rutin melakukan pengecekan armada, terutama saat membawa rombongan wisata.
Kecelakaan tunggal bus pariwisata di Exit Tol Pemalang ini kembali menjadi peringatan keras pentingnya keselamatan transportasi wisata, mulai dari kelaikan kendaraan, kewaspadaan sopir, hingga kontrol kecepatan di medan rawan. Insiden ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan rombongan yang seharusnya menikmati perjalanan rekreasi.
Β
Advertisement