Film “Setannya Cuan” Siap Mengocok Perut
Sebuah film yang bisa membuat nada ngakak kembali hadir. Bertema horor komedi, “Setannya Cuan” akan menyapa penoton pada 5 Maret mendatang di bioskop-bioskop tanah air. Dengan humor khas Indonesia, film ini mencoba melihat mistis dari sudut yang berbeda.
Dunia mistis dalam film yang merupakan produksi Radepa Black bersama Atlas Picture tidak semata mata berkisah kisah gaib tak selalu tentang ketakutan saja. Namun juga menyentil isu-isu sosial seperti tekanan ekonomi dan ambisi instan mengubah nasib.Setannya cuan adalah karya baru yang memadukan tawa dan teror
Film ini semula berjudul “Djoerig Salawe”. Namun kemudian ada pergantian seiring mendekatkan tema cerita dengan kehidupan masyarakat masa kini. Dalam film ini ada persoalan ekonomi, kepercayaan tradisional, dan praktik klenik. Ketiganya bercampur menjadi satu kesatuan yang saling bertolak belakang. Selain itu film ingin menghadirkan cerita yang bukan hanya menghibur, tetapi juga relevan dengan situasi sosial ekonomi yang terjadi di tengah masyarakat.
“Melalui karakter-karakternya yang relatable, penonton diajak melihat bahwa terkadang isi dompet yang kosong jauh lebih horor daripada penampakan di pohon beringin,” ujar Sahrul Gibran saat memperkenalkan film ini kepada media.
Bagi sang sutradara Sahrul Gibran dan Jay Sukmo, film horor ini tidak sekadar menghadirkan jumpscare dan keseraman visual semata namun juga dapat kritik sosial melalui karakter-karakter yang dekat dengan keseharian masyarakat. Dalam film ini setan dalam film ini tidak tergambar sebagai sosok yang menakutkan, namun cerminan obsesi manusia terhadap kekayaan instan.
Deretan Komika dan Aktor Besar Hadirkan Humor yang Renyah
“Setannya Cuan” diperkuat oleh jajaran komika dan aktor lintas generasi. Deretan nama seperti Nadine Alexandra, Joe P Project, Fico Fachriza, Dimas Andrean, Anyun Cadel, Candil, Ben Kasyafani, Mega Carefansa, Gabriella Desta, Mongol Stres, Aming, hingga Budi Dalton turut meramaikan film ini. Kehadiran para komika memberikan warna tersendiri dalam penyampaian humor yang natural dan situasional.
Film ini juga menghadirkan nilai emosional karena menjadi salah satu karya yang menampilkan kenangan komika almarhum Babe Cabita. Aming menyebut film ini sebagai bentuk penghormatan untuk sahabat sekaligus koleganya itu. “Film ini bakal jadi semacam tribute ya, bakal mengobati kerinduan penggemar atau keluarga seorang Babe Cabita. Saya optimis filmnya laku, apalagi melihat tren komedi sekarang,” ujar Aming.
Dari sisi cerita, “Setannya Cuan” mengangkat kehidupan dua jawara kampung, Adang (Joe P Project) dan Asep (Anyun Cadel), yang saling bersaing memperebutkan kursi lurah. Meski berhasil menang, Adang justru dihantam masalah baru—bangkrut dan ditinggal istri. Sebaliknya, Asep mendadak kaya raya hingga mampu melunasi utang-utang Adang. Di tengah persaingan itu, keduanya juga berebut perhatian seorang janda muda bernama Mince (Nadine Alexandra).
Situasi berubah ketika rahasia kekayaan Asep terbongkar oleh Ujang (Fico Fachriza): Asep ternyata menggunakan jasa dukun bernama Rojan (Candil) untuk menang judi togel. Dalam kondisi terdesak, Adang meminta bantuan Rojan. Namun sang dukun tak memberikan bantuan secara cuma-cuma. Rojan justru mengajukan syarat mencekam: Adang harus membunuh Asep dan mencuri batu nisannya.
Setelah kematian Asep, keadaan kian kacau. Adang memang terus menang togel, tetapi warga desa yang tergiur ikut-ikutan mencari pesugihan dengan segala cara. Mulai dari bersekutu dengan pocong, tuyul, hingga babi ngepet, semuanya menjadi pemandangan yang tak lagi tabu. Ketegangan-demi ketegangan terjadi karena ulah Rojan. Hal ini justru membuat masyarakat desa kehilangan moral.
Para produser, Avesina Soebli dan Aris Muda, berharap film ini bisa menjadi tontonan yang menyatukan gelak tawa dan kejutan seru di layar bioskop. “Kami ingin mengembalikan sensasi menonton film horor yang guyub. Penonton bisa berteriak kaget, tapi sedetik kemudian tertawa bersama orang di sebelah mereka,” kata Avesina. “Setannya Cuan” diprediksi menjadi salah satu film yang paling dinanti pada awal 2026. Saksikan kisah lengkapnya di bioskop mulai 5 Maret 2026.
Penulis: Nurul Huda (berbagai sumber)
Advertisement