Jalan Terjal Persebaya di Babak Delapan Besar
Surabaya: Jalan Persebaya Surabaya bisa kembali ke kasta tertinggi kompetisi Liga 1 musim depan masih akan terjal. Sejumlah masalah menyelimuti tim berjuluk Bajol Ijo jelang babak delapan besar Liga 2.
Banyak faktor yang bisa membuat target promosi ke Liga 1 terganjal. Apa saja faktor yang bisa menganjal ambisi Persebaya?
Lini Depan Mandul
Secara performace, penampilan Persebaya selama babak 16 juga kurang meyakinkan. Salah satunya sorotan adalah lini depan yang masih kurang tajam.
Pelatih Persebaya asal Argentina, Angel Alfredo Vera saat ini masih fokus pada kemampuan penyelesaian akhir pemain, "Jadwal yang belum pasti, membuat kita punya banyak waktu untuk mengganti pemain, supaya lebih siap dalam babak delapan besar," ujar Alfredo, Kamis 19 Oktober 2017.
Persebaya memang harus berbenah. Apalagi, di babak delapan besar ini lawan yang akan dihadapi Persebaya kian berat, yaitu PSIS Semarang, PSPS Pekanbaru, dan PS Mojokerto Putra (PSMP). Mereka harus baku hantam berebut posisi dua teratas guna dapat lolos dari grup Y.
Solusi sementara yang diberikan oleh Alfredo masih soal pemulihan kondisi pemain dan melakukan rotasi pemain untuk mendapatkan formasi yang pas saat mengarungi babak delapan besar.
Solusi yang diberikan oleh Alfrdo apakah manjur apa tidak. Yang pasti, dari beberapa kemenangan Persebaya mayoritas juga terjadi dari dua faktor utama, yakni dukungan dari Bonek Mania, dan bermain di malam hari karena tidak begitu menguras energi.
Persebaya Loyo Bermain Sore
Tren bermain pada malam hari tampaknya akan lebih menguntungkan bagi Persebaya, guna mempermudah jalannya menjegal para lawannya di grup Y babak delapan besar ini.
Seperti diketahui, Bajol Ijo mempunyai catatan bagus ketika bermain malam hari. Ini terbukti pada pertandingan babak 16 besar yang kebanyakan digelar pada sore hari, Persebaya hanya mampu borong dua kemenangan, tiga kali seri, dan satu kali kalah.
Melihat catatan itu, tentunya Persebaya bisa mengatasi permasalahan ini, supaya jika jadwal pertandingan sudah keluar dan pertandingan di gelar sore, maka tidak ada problem bagi Bajol Ijo untuk meraih kemenangan.
Mental Laga Tandang
Selain itu, kendala yang harus dibenahi Persebaya yakni mental bermain di laga tandang. Sebab, Bajol Ijo selama ini bisa dibilang hanya jago kandang saja. Lihat saja, mereka tidak bisa meraih kemenangan ketika mengunjungi markas lawan.
Terlebih rencananya PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan menggelar pertandingan babak delapan besar di tempat netral. Otomatis jalan yang akan di lewati Persebaya akan semakin terjal untuk dapat melewati babak delapan besar di grup Y.
Dukungan Bonek
Wacana delapan besar di grup Y Persebaya akan di gelar di luar Jawa juga bisa menjadi faktor penganjal. Dipastikan, jika ini terjadi makan dukungan Bonek tidak akan sebanyak seperti main di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
"PSSI minta babak 8 besar digelar di tempat netral, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujar salah satu anggota PSSI pada ngopibareng, 13 Oktober lalu.
Peran dari beberapa kemenangan Persebaya pada pertandingan sebelumnya pun terdapat pada dukungan para puluhan ribu Bonek yang memadati stadion Gelora Bung Tomo, markas Bajol Ijo.
Pada babak delapan besar, Bonek juga sudah resah akan keputusan PSSI terhadap tuan rumah delapan besar jika pertandingan digelar di luar Pulau Jawa. Dukungan akan berkurang, karena tidak semua Bonek bisa hadir jika digelar di Kalimantan atau Sumatra. (hrs)