Khofifah Pastikan Proses Pendaftaran SPMB Lancar
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan pelaksanaan pengajuan pin Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 berjalan lancar. Hal ini dipastikan usai meninjau proses varifikasi data SPMB 2026 di SMAN 2 Surabaya, Senin 1 Juni 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Khofifah didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jatim Aries Agung Paewai melihat berbagai proses sejak awal pengajuan secara online hingga verifikasi data secara langsung.
Secara umum meski proses masih berjalan hingga 9 Juni, Khofifah memastikan, bahwa pelaksanaan pengajuan pin untuk pendaftaran berjalan aman tanpa ada kendala.
"Suasananya (lokasi) cukup longgar karena memang semua sudah dihitung waktunya dan mereka bisa memastikan bahwa di tanggal berapa dan jam berapa mereka bisa mendaftarkan untuk dilakukan verifikasi dari seluruh data-data primer mereka," kata Khofifah.
Ia mengatakan, proses ini berjalan aman karena pembenahan sistem online bekerja sama dengan ahli dari perguruan tinggi untuk memastikan sistem aman selama proses pendaftaran SPMB berlangsung. Hal ini juga dilakukan untuk memberikan rasa nyaman bagi calon siswa baru maupun wali murid yang mendaftar agar tidak perlu antre panjang.
Setelah melalui proses ini, Khofifah berharap, para calon siswa dapat diterima di sekolah pilihan masing-masing. Hanya saja, karena keterbatasan kuota yang diterima hanya 39,3 persen untuk jenjang SMA/SMK. "Karena memang daya tampung yang negeri SMA dan SMK itu 39,3 persen," kata mantan Mensos RI itu.
Namun, ia meminta siswa-siswi tidak masuk SMA/SMK negeri tidak berkecil hati karena bisa melanjutkan pendidikan di sekolah swasta. Pemprov juga telah meminta sekolah swasta untuk menyiapkan program beasiswa agar dapat meringankan beban ekonomi keluarga.
Dari catatan yang ada, tahun ini sebanyak 2.106 sekolah swasta memberikan beasiswa dengan calon siswa sebanyak 7o.086 Angka tersebut naik dari tahun lalu sebanyak 1.757 sekolah dengan total 72.989 siswa.
"Jadi 79.086 siswa yang bisa mendapatkan beasiswa dari SMK maupun SMA swasta di Jatim. Kami menyampaikan terima kasih bahwa kegotong-royongan kebersamaan SMA/SMK swasta ini mengurangi beban yang ditanggung oleh masyarakat," pungkasnya.
Advertisement