Siapa Bilang Hoax, Telur Palsu Juga Sudah Beredar di Surabaya
Siapa bilang isu telur palsu hanya hoax? Hari ini, Haji Santuwi dari Krukah Lama Gang 3 Surabaya Β membuktikan bahwa telur palsu benar-benar beredar di masyarakat.
Pagi ini, Senin 2 April 2018, istri haji Β Santuwi belanja ke Pasar Krukah, yang tak jauh dari rumahnya. Selain membeli beberapa kebutuhan, juga membeli 0,5 kilogram telur ayam di langganannya. Setengah kilo berisi 8 butir, harganya Rp 10 ribu.
Sampai di rumah, Santuwi curiga melihat penampilan telur yang dibeli istrinya. βKok kulitnya keras, tidak seperti telur ayam biasa. Saya ketuk-ketuk dengan jari, suaranya juga berbeda. Saya curiga, apalagi sebelumnya saya juga dengar isu adanya telur palsu dari Tiongkok,β cerita Santuwi.
Tiga butir langsung dipecah. Untuk memecah tidak segampang telur asli, karena kulit atau cangkangnya lebih keras. Setelah telur pecah, nampak kulit ari yang mudah dipisahkan.
βBiasanya kalau telur asli yang masih mentah kan kulitnya arinya tidak kelihatan. Lha ini bukan cuma tidak kelihatan tapi malah bisa ditarik. Dan agak lama kemudian, kulit arinya itu mengeras dan kaku kayak plastik. Putih telurnya juga mencurigakan, seperti lem. Yang lebih kelihatan palsu, kuning telurnya membulat bisa pegang dan dipisahkan,β Cerita Santuwi.
Dua butir lagi dia pecah, dan kondisinya sama. βSisa 3 butir, ini buat kenang-kenangan. Saya yakin ini telur palsu, karena tidak ada bau sama sekali. Kalau telur asli pasti baunya amis, ini kok sama sekali tidak berbau,β katanya.
Telur ayam palsu yang dibeli Santuwi ini membuktikan bahwa isu telur palsu bukan sekadar hoax, tetapi benar-benar ada dan beredar di masyarakat. (nis)
Pada video yang kami ambil di Youtube di bawah ini terlihat bagaimana proses pembuatan telur palsu.
Advertisement