Sesar Lembang Masih Aktif, Pakar BMKG Beberkan Kronologi Gempa Kecil Juli–Agustus 2025
Keberadaan Sesar Lembang kembali menjadi sorotan setelah para pakar mengingatkan potensi ancaman gempa bumi dari jalur sesar aktif tersebut. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan bahwa BMKG secara teliti terus memantau aktivitas Sesar Lembang dengan dukungan jaringan sensor modern.
Pemantauan BMKG di Jalur Sesar Lembang
Dalam keterangannya di akun X resmi, Daryono menyebut BMKG telah memasang 6 sensor seismograf yang mengepung jalur Sesar Lembang (Lembang Framework), ditambah lebih dari 45 sensor seismograf di Jawa Barat yang terhubung dengan InaTEWS National Network.
Sensor tersebut memiliki sensitivitas tinggi dan terhubung dengan sistem akuisisi data yang mampu mengolah parameter gempa, mulai dari magnitudo, waktu kejadian, titik episenter, hingga kedalaman hiposenter.
“Para pakar yang selalu mengingatkan bahaya Sesar Lembang bukan tanpa dasar. BMKG membuktikan bahwa Sesar Lembang adalah sesar aktif yang patut diwaspadai,” kata Daryono.
Aktivitas Terbaru Sesar Lembang
Daryono juga mengungkapkan bahwa sejak 24 Juli 2025 tercatat adanya peningkatan aktivitas kegempaan di Sesar Lembang, khususnya pada Segmen Cimeta (barat) yang bahkan sempat dirasakan masyarakat. Rangkaian gempa kecil tersebut meliputi:
Magnitudo 1,8 – 24 Juli 2025
Magnitudo 2,1 – 28 Juli 2025
Magnitudo 1,9 – 14 Agustus 2025
Magnitudo 1,8 – 15 Agustus 2025
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa magnitudo 1,8 tersebut dikategorikan sebagai gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu oleh aktivitas Sesar Lembang Segmen Cimeta.
Kronologi Gempa Kecil Sesar Lembang (Segmen Cimeta Juli-Agustus 2025
No | Tanggal | Magnitudo (M) | Lokasi Episenter | Kedalaman Hiposenter | Keterangan |
|---|---|---|---|---|---|
1 | 24 Juli 2025 | 1,8 | Segmen Cimeta (Barat) | Dangkal | Gempa terasa lemah oleh warga |
2 | 28 Juli 2025 | 2,1 | Segmen Cimeta (Barat) | Dangkal | Terasa lebih kuat di sekitar Cimeta |
3 | 14 Agustus 2025 | 1,9 | Segmen Cimeta (Barat) | Dangkal | Aktivitas masih dalam skala kecil |
4 | 15 Agustus 2025 | 1,8 | Segmen Cimeta (Barat) | Dangkal | Rangkaian gempa susulan |
Ancaman dari Sesar Aktif
Secara geologi, pergeseran pada Sesar Lembang terjadi secara perlahan selama ratusan ribu tahun. Namun, perubahan itu tetap menjadi indikator nyata bahwa sesar ini aktif dan berpotensi memicu gempa signifikan di masa depan.
BMKG bersama para pakar geologi, geodesi, dan seismologi sepakat bahwa masyarakat Jawa Barat, khususnya wilayah Bandung dan sekitarnya, perlu meningkatkan kesadaran mitigasi bencana gempa. Edukasi publik, tata ruang yang tepat, serta kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi potensi ancaman dari jalur sesar ini.
Advertisement