Tembok Miring Rawan Roboh, Pengguna Jalan Harap Waspada
Tembok pembatas sebuah gudang kosong di Jalan Stadion Kemiri, Sidoarjo jadi sorotan warga. Sebab, tembok setinggi lebih dari dua meter yang berada tak jauh dari Favehotel Sidoarjo itu kondisinya miring rawan roboh menimpa pengguna jalan yang sedang melintas.
Jalan itu menjadi akses utama menuju PT. Sekar Laut (Finna), Kantor Kelurahan Pucang, dan banyak pemukiman warga. Menanggapi hal tersebut, belasan warga datangi Kantor Kelurahan Pucang untuk mediasi mencari solusi bersama dengan aparat keamanan setempat dan perangkat desa.
Koordinator aksi yang juga Ketua RT 05 RW 02, Mustoha mengatakan, tembok tersebut sudah lama menjadi kekhawatiran warga. Apalagi posisinya berada di tepi jalan yang sering dilalui pengendara motor.
"Kalau ada motor lewat pasti ngeri, karena temboknya sudah kelihatan mau roboh," ucapnya saat ditemui Ngopibareng.id usai mediasi, Kamis 24 Apri 2025.
Mustoha melanjutkan, risiko semakin besar saat malam hari karena kondisi penerangan minim. Apalagi jika disertai hujan deras, tembok bisa sewaktu-waktu roboh.
"Kalau hujan deras atau ada kendaraan berat lewat, bisa langsung ambruk karena getarannya kuat," imbuhnya.
Sementara itu, Lurah Pucang, Yuargono mengaku telah menerima aduan warga terkait hal tersebut. Pihaknya tengah berupaya mencari solusi terbaik agar tidak merugikan banyak pihak.
"Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari jalan keluar," katanya
Yuargono mengatakan, gudang kosong tersebut tidak jelas status kepemilikannya. Menurutnya gudang itu dijadikan jaminan ke bank, namun pemiliknya bangkrut sebelum menempati gudang.
"Tembok itu bagian dari bangunan yang dijaminkan ke bank, tapi belum pernah ditempati karena pemiliknya pailit, kami juga masih menelusuri siapa pemilik sahnya, tapi sejauh ini belum ditemukan,β bebernya.
Sebagai solusi sementara pihak Kelurahan akan melakukan penguatan dari sisi luar tembok menggunakan besi penyangga. Mereka tidak akan melakukan pembongkaran tembok karena berisiko memicu masalah hukum baru.
"Kami pertimbangkan untuk memberi penyangga besi dari luar, agar kalau roboh tidak langsung mengenai jalan atau warga," pungkasnya.
Advertisement