Thailand Cabut Paspor Mantan Perdana Menterinya
Thailand adalah negara tetangga dekat, tetapi memiliki tradisi politik yang jauh berbeda dengan Indonesia. Di Thailand, beberapa mantan Perdana Menteri bisa dengan cepat dijadikan tersangka, atau malah diusir dari negaranya.
Terakhir, paspor mantan PM Yingluck Shinawatra yang sedang berada di luar negeri, dicabut oleh pemerintah. Sejak digulingkan, Yingluck Shinawatra belum secara resmi terlihat di hadapan publik sejak meninggalkan negara itu dua bulan lalu, menjelang hari persidangannya dalam kasus kelalaian, ujar pejabat pada Selasa 31 Oktober
Wanita cantik adik kandung mantan perdana menteri terdahulu yang juga terguling Thaksin Shinawatra ini dihukum lima tahun penjara secara absentia bulan lalu karena tidak menghentikan korupsi dalam kebijakannya soal beras.
Putusan tersebut dikecam oleh pendukung Yingluck sebagai upaya yang didukung junta untuk menyingkirkannya dari dunia politik selamanya.
“Semua paspor Yingluck dicabut sekarang,” ujar Perdana Menteri Thailand Don Pramudwinai kepada wartawan di Bangkok pada Selasa.
“Kami tidak mengetahui keberadaannya, hanya melaporkan bahwa dia berada di Inggris Raya tetapi tidak mengetahui kota keberadaannya secara pasti,” tambahnya.
Yingluck memiliki empat paspor Thailand – dua paspor pribadi dan dua paspor diplomatik, ujar otoritas.
Wakil kepala kepolisian Thailand Srivara Ransibrahmanakul mengatakan bahwa otoritas masih berusaha memastikan keberadaan sang mantan perdana menteri saat berusaha mengekstradisinya. (afp)