Dikta Kembali Bermusik Setelah Jeda Panjang
Satu lagi musisi Indonesia merilis proyek baru. Adalah musisi Dikta Wicaksono yang kembali mengguncang industri musik Indonesia lewat perilisan EP terbarunya yang bertajuk Unapologetic. Dalam album ini ada enam lagu yang merangkum perjalanan batin, hubungan keluarga, dan refleksi emosional dari musisi yang pernah berkolaborasi dengan musisi Yovie Widianto ini.
Momen ini menjadi pertanda kembalinya Dikta setelah sempat vakum dari rilisan besar dan hanya melepas satu single sepanjang tahun lalu. "Saya happy dengan EP yang baru ini, bener-bener ngasih 100 persen yang ada di saya untuk EP ini," ujar Dikta dalam siaran pers.
Dikta berkisah bahwa dirinya menyelesaikan mini album ini dalam waktu sekitar dua bulan di bawah tekanan tenggat yang cukup intens. Ia menjalani proses kreatif yang sangat pribadi, tanpa mengikuti ekspektasi orang lain. "Misalnya, kalau saya terus-terusan mengikuti saran orang lain dalam bermusik, nanti saya tidak happy dengan karya saya sendiri," katanya.
Enam Lagu Personal sebagai Jejak Emosi dan Refleksi
EP Unapologetic memuat enam lagu yaitu Stop Bilang Iya, Aku Kamu Kita dan Kita Cari Cara. Kemudian ada tembang berjudul Papa Tenang Saja, Hujan dan Godaan Godaan. Menurutnya setiap lagu membawa cerita pribadi yang mengalir dari pengalaman hidup sang musisi. Dikta mengangkat hubungan keluarganya, dinamika emosional. Selain itu ada juga tentang pergulatan mental yang selama ini ia simpan.
Dalam penuturannya, Dikta menyebut Lagu utama Stop Bilang Iya mengangkat fenomena people pleaser. Dikta ingin mengingatkan pendengar agar berani melindungi diri dari tuntutan orang lain. "Saya merasa capek kalau harus mengikuti kemauan orang terus sementara saya sendiri tidak merasa bahagia," ujarnya Selain itu lanjutnya ada pesan universal dalam lagu tersebut: "Ini berlaku untuk semua orangβmau laki-laki, perempuan, orang tua, sampai lansia. Kita harus tahu bahwa sesekali bilang βtidakβ itu tidak apa-apa," tambahnya
Dikta mengungkapkan bahwa pada walnya berniat memakai nama sendiri untuk judul lagu tersebut, tetapi akhirnya mengubahnya. "Karena pas saya dengerin lagi, rasanya aneh menyebut nama sendiri di judul, kayak βnajis bangetβ gitu," ujarnya.
Selain itu ada lagu paling emosional dalam EP ini yaitu Papa Tenang Saja. Lagu tersebut ia persembahkan untuk ayahnya, Dicky Sulaksono. Lagu ini menjadi ruang curahan hati yang tak pernah ia ungkapkan sebelumnya. "Ini lagu kangen sama pakak dan kepingin kasih tahu, 'Pak, udah oke nih semuaβ¦β Semua maksudnya sudah oke," kata Dikta.
Waktu menulis lagu tersebut, ia sempat ragu karena terasa terlalu personal. Namun akhirnya ia tetap merilisnya agar bisa berbagi rasa dengan mereka yang mengalami kehilangan serupa.
Dalam EP ini, Dikta akhirnya mengekspresikan warna musik yang selama ini ingin ia coba. Ia berani mengeksplorasi sound baru dengan pendekatan lirik yang lebih lugas. Semua proses itu ia jalani agar dirinya bisa tetap menikmati musik yang ia buat. "Kalau 'iya' terus ya capek saja," ujarnya sambil menegaskan kembali pesan kemandirian dalam berkarya.
Setelah merilis EP Unapologetic, Dikta mulai merencanakan perilisan single secara berkala. Ia juga berniat menyusun album penuh setelah memiliki cukup materi yang layak ia bagikan kepada para pendengar.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement