Inspirasi Ilmu Kekuatan Iman
Ilmu amaliah amal ilmiah. Itulah semboyan yang terus bergaung di kalangan santri. Para santri selalu mengedepankan akhlak, meskipun tak henti dalam memperdalam ilmu.
Prof Machmud Mustain, di antara tokoh dari Institut Teknologi 10 Nopember 1945 Surabaya (ITS) menyampaikan renungan terkait ilmu sebagai inspirasi dalam memperkuat keimanan.
Berikut petikannya:
Allah SW berfirman dalam surat Al-Mujadalah dalam potongan ayat 11, yakni;
βΩΩΨ±ΩΩΩΨΉΩ Ψ§ΩΩΩΩΩΩ Ψ§ΩΩΩΨ°ΩΩΩΩ Ψ’Ω ΩΩΩΩΨ§ Ω ΩΩΩΩΩ Ω ΩΩΨ§ΩΩΩΨ°ΩΩΩΩ Ψ£ΩΩΨͺΩΩΨ§ Ψ§ΩΩΨΉΩΩΩΩ Ω Ψ―ΩΨ±ΩΨ¬ΩΨ§ΨͺΩβ
βAllah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.β
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan memiliki ilmu. Kaidah ini tidak asing lagi di otak kita. Tetapi ada yang menarik untuk ditelaah.
Telaah Ilmu
Apabila kita tanya duluan mana telur atau ayam. Apabila dilihat dari rangkaian frasa pertanyaan tersebut, maka akan menjawab tentu duluan telur. Tetapi apabila dilihat dari asal kejadian, maka akan bergantung kepada titik awal siklus kehidupan tersebut. Apabila bentuk awal siklusnya berupa; anak ayam, ayam, dan telur, maka duluan ayam.
Sekarang kasus lebih dulu Iman atau ilmu dalam hal kepentingan penguatan iman (Agama). Kita akan sedikit putar otak untuk menjawab ini.
Sebenarnya mudah apabila kita mampu menancapkan keyakinan kita kepada Allah SWT. Yakni mendahulukan Iman, sebab ciri has orang beragama harus mendahulukan keyakinan. Berbeda dengan ciri orang ilmuwan tanpa mendahulukan agama. Mereka mau beriman setelah bisa diikuti/difahami oleh logika, ilmu jenis aqliyah.
Pada akhirnya kita sebagai orang berilmu teruji, apakah iman kita sudah bisa mencontoh Kholifah Abu Bakar As-siddiq. Bergelar tersebut sebab orang pertama yang bisa menerima kebenaran peristiwa isroβ miβroj tanpa harus dilogikakan dulu.
Analogi ilmuwan sekarang meyakini bahwa Allah SWT yang mengatur alam seisinya ini, tanpa harus tunduk dulu dengan kaidah ilmiah ada kereraturan pasti ada yang mengatur. Begitu banyak analogi yang lain bisa kita kembangkan.
Apabila kita bisa demikian maka ilmu berfungsi memberikan inspirasi untuk menguatkan iman, bukan untuk syarat beriman. Dengan demikian, mari kita tancapkan sedalam mungkin keimanan kita, kemudian kita kuatkan/kokohkan dengan pemahaman ilmu.
Semoga manfaat barokah slamet aamiin.
Mekkah, 5 Syawal 1446 / 3 April 2025
m.mustain.
Advertisement