Yuk Kenali Computer Vision Syndrome dan Pencegahannya
Penggunaan komputer, laptop, tablet, dan ponsel terus meningkat dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi itu membuat Computer Vision Syndrome atau kelelahan mata digital semakin relevan untuk diperhatikan.
Keluhan biasanya muncul setelah seseorang menatap layar dalam waktu lama. Mata dapat terasa kering, perih, lelah, atau mengalami pandangan kabur. Masalah tersebut sering dianggap sebagai kelelahan biasa. Padahal, kebiasaan menggunakan layar tanpa jeda dapat mengganggu kenyamanan dan produktivitas.
Karena itu, pengguna perangkat digital perlu mengenali gejala sejak awal. Kebiasaan sederhana juga dapat membantu mengurangi risiko keluhan tersebut.
Tentang Computer Vision Syndrome?
Computer Vision Syndrome merupakan kumpulan keluhan akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu lama. Keluhan dapat menyerang mata, penglihatan, leher, hingga bahu. Mata bekerja lebih keras ketika seseorang mempertahankan fokus pada layar. Kondisi tersebut semakin berat ketika pengguna mengabaikan jarak pandang dan posisi tubuh.
Selain itu, pengguna biasanya lebih jarang berkedip saat menatap layar. Padahal, aktivitas berkedip membantu menjaga kelembapan permukaan mata. Kondisi tersebut dapat terjadi pada berbagai kelompok pengguna. Pekerja kantor, programmer, desainer, guru, dosen, mahasiswa, dan analis data memiliki risiko lebih besar.
Dalam tulisannya di laman kemenkes.go.id, dr. Venny Dwi Jayanti, MM, MKK, SpOk menyebut keluhan ini cukup umum pada pengguna perangkat digital. Namun, kondisi tersebut umumnya tidak menyebabkan kerusakan mata permanen.
Namun keluhan kelelahan mata tersebut dapat memengaruhi kenyamanan seseorang saat bekerja. Gangguan tersebut juga dapat menurunkan konsentrasi ketika berlangsung berulang. Masalah tidak hanya muncul pada pengguna komputer. Penggunaan ponsel dan tablet dalam waktu panjang juga dapat meningkatkan beban visual. Karena itu, kebiasaan penggunaan layar perlu mendapat perhatian. Pengguna dapat mengatur waktu, posisi layar, pencahayaan, dan jarak pandang.
Mengapa Menatap Layar Membuat Mata Lelah?
Saat melihat layar, mata terus mempertahankan fokus terhadap tulisan dan gambar. Mata juga harus menyesuaikan diri dengan cahaya serta kontras yang berubah. Pada saat bersamaan, frekuensi berkedip biasanya menurun. Akibatnya, permukaan mata lebih mudah kehilangan kelembapan.
Jarak layar juga memengaruhi kenyamanan mata. Layar yang terlalu dekat atau terlalu jauh membuat mata bekerja lebih keras. Pencahayaan ruangan turut menentukan tingkat kenyamanan. Pantulan cahaya pada monitor dapat membuat mata bekerja lebih berat.
Ukuran tulisan juga memiliki pengaruh. Huruf yang terlalu kecil membuat pengguna terus memicingkan mata untuk membaca. Selain itu, gangguan refraksi yang belum terkoreksi dapat memperberat keluhan. Pengguna dengan mata minus, plus, atau silinder perlu memperhatikan kondisi penglihatannya.
Computer Vision Syndrome Berkaitan dengan Kebiasaan Kerja
Kebiasaan bekerja tanpa jeda menjadi salah satu faktor penting. Pengguna sering terus menatap layar karena mengejar pekerjaan atau menyelesaikan tugas. Padahal, mata membutuhkan waktu untuk beristirahat. Jeda singkat dapat membantu mengurangi ketegangan akibat fokus dalam waktu panjang.
Posisi monitor juga perlu diperhatikan. Layar yang terlalu tinggi atau rendah dapat menambah beban pada leher dan bahu. Dengan demikian, pencegahan perlu mencakup mata dan postur tubuh. Pengaturan tempat kerja yang baik dapat memberikan kenyamanan lebih besar.
Kenali Gejala Computer Vision Syndrome
Gejala Computer Vision Syndrome dapat berbeda pada setiap orang. Keluhan biasanya muncul setelah seseorang menggunakan layar dalam waktu cukup lama. Beberapa orang merasakan mata lelah setelah menyelesaikan pekerjaan. Sebagian lainnya mengalami mata kering, perih, panas, atau terasa seperti berpasir.
Kemudian pandangan kabur juga dapat muncul setelah menatap layar. Pengguna bahkan dapat mengalami kesulitan mempertahankan fokus. Keluhan lain mencakup mata merah dan berair. Sebagian orang juga menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.
Selain itu sakit kepala dapat menyertai gangguan tersebut. Selain itu, leher, bahu, dan punggung juga dapat terasa pegal.Pengguna sebaiknya tidak mengabaikan keluhan yang muncul berulang. Terlebih, keluhan dapat mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.
Sebagian keluhan biasanya membaik setelah pengguna mengistirahatkan mata. Perubahan kebiasaan juga dapat membantu mengurangi gangguan. Namun, pengguna perlu berkonsultasi dengan dokter jika keluhan terus berlanjut. Pemeriksaan juga penting ketika gejala mengganggu aktivitas sehari-hari.
Mata merah yang tidak kunjung membaik perlu mendapat perhatian. Begitu pula pandangan kabur yang terus muncul. Nyeri mata hebat juga membutuhkan pemeriksaan medis. Sakit kepala berulang juga tidak sebaiknya dianggap sebagai kelelahan biasa. Jika keluhan tetap muncul setelah mengurangi penggunaan layar, segera periksa. Dokter dapat membantu mencari penyebab keluhan secara lebih tepat.
Yang Perlu Diperhatikan
Pengguna sebaiknya tidak melakukan diagnosis sendiri berdasarkan gejala. Keluhan mata dapat memiliki penyebab lain yang membutuhkan pemeriksaan. Karena itu, pemeriksaan profesional tetap penting. Langkah tersebut membantu pengguna memperoleh penanganan sesuai kondisi penglihatannya.
Pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Pengguna tidak harus menghentikan penggunaan perangkat digital untuk menjaga kenyamanan mata. Sebaliknya, pengguna perlu mengatur cara menggunakan perangkat tersebut. Beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi keluhan.
Kemudian gunakan aturan 20-20-20 ketika bekerja dengan layar. Setiap 20 menit, alihkan pandangan selama 20 detik. Pilih objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter. Kebiasaan tersebut membantu mata beristirahat dari fokus jarak dekat. Namun, pengguna tetap perlu menyesuaikan kebiasaan dengan kondisi masing-masing. Jeda juga dapat membantu menjaga konsentrasi selama bekerja.
Pengguna yang memiliki gangguan refraksi perlu menggunakan koreksi penglihatan yang sesuai. Kacamata harus mengikuti hasil pemeriksaan mata. Koreksi yang tepat dapat membantu mengurangi beban mata saat bekerja. Karena itu, pemeriksaan rutin tetap memiliki peran penting.
Lebih Sering Berkedip
Pengguna cenderung mengurangi frekuensi berkedip ketika menatap layar. Kondisi tersebut dapat membuat permukaan mata lebih cepat kering. Biasakan berkedip secara sadar ketika bekerja. Langkah sederhana ini membantu menjaga kelembapan permukaan mata.
Selain itu atur jarak dan posisi layar. Tempatkan layar sekitar 50 hingga 70 sentimeter dari mata. Posisi tersebut dapat memberikan jarak pandang yang lebih nyaman. Bagian atas monitor sebaiknya berada sedikit lebih rendah dari tinggi mata. Dengan begitu, pandangan mengarah sedikit ke bawah. Posisi tersebut juga membantu mengurangi ketegangan leher dan bahu. Karena itu, pengaturan meja kerja perlu mendapat perhatian.
Kemudian sesuaikan pencahayaan ruangan. Untuk itu hindari bekerja dalam ruangan yang terlalu gelap. Sebaliknya, cahaya yang terlalu terang juga dapat membuat mata tidak nyaman. Kurangi pantulan cahaya pada layar. Sesuaikan pula kecerahan monitor dengan kondisi pencahayaan ruangan.
Hal lain adalah perbesar ukuran tulisan. Tulisan kecil dapat membuat mata bekerja lebih keras. Pengguna dapat memperbesar ukuran huruf agar lebih mudah membaca. Atur tampilan layar tanpa harus memicingkan mata. Langkah tersebut sederhana, tetapi dapat meningkatkan kenyamanan bekerja.
Perangkat digital sudah menjadi bagian penting dalam pekerjaan dan pendidikan. Karena itu, menghindari layar sepenuhnya tentu tidak selalu memungkinkan. Namun, pengguna dapat mengubah kebiasaan agar mata tidak bekerja berlebihan. Jeda, jarak, pencahayaan, dan posisi layar perlu mendapat perhatian.
Computer Vision Syndrome juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip ergonomi. Kebiasaan tersebut tidak hanya membantu mata, tetapi juga menjaga kenyamanan leher dan bahu.
Penulis: Nurul Huda
Advertisement